Kamis, 20 Februari 2014

‘Amil Ma’nawi Mujarrod

Posted by Unknown On 3:12 PM | No comments

Saat dunia tak menyapamu, biarlah kau sapa dirimu sendiri. Mungkin ada celah yang perlu ditembel, lubang yang perlu ditutup, atau hitam yang perlu dihapus.
Mungkinkah aku terlihat sibuk dengan diriku sendiri hingga kalian terabaikan? Bahkan di saat momen terpenting pun, aku terlihat memicingkan sebelah mata pada kalian. Kelihatannya memang begitu, terlihat jelas jika dilihat dengan mata telanjang..
Tapi itu hanya terlihat saja, kawan. Ah, memang kalau urusan bathin sulit untuk membuat mereka mengerti, apalagi memahami. Aku berlaku demikian, karena ada hal di luar itu yang lebih penting dan mendesak agar aku mampu bertahan, mempertahankan raga dan rasaku. Tentu kalian tak tahu, kan? Ya, karena biar aku sendiri yang menanggungnya. Karena cerita ini cukup untuk kusimpan sendiri, kutata rapi di sudut hatiku.
Jika hati mampu manusia mampu mendhohirkan apa yang dirasakannya, mungkin kalian baru tahu bahwa rindu itu slalu kusimpan rapi dalam melodika harianku. Dengan indahnya ia mendendangkan ritma sendu dan harapnya. Ia bangga, telah melewati satu episode bersama orang-orang hebat seperti kalian. Ia bahagia, pernah mencicipi rasa damainya kebahagiaan dan kebersamaan dalam taman surga itu.. Namun apa yang mampu kulakukan? Segala keterbatasan memenjarakanku untuk tetap di sini, menapaki hariku dalam belenggu rindu. Hanya doa yang tulus mengalir dari bibir yang mampu kuuntai untuk kalian, bersama sekeping harapan akan berjumpanya sosok-sosok yang pernah membangun istana persahabatan semegah itu. Juga jejeran huruf yang mewakili perasaanku, entah yang mampu kalian lihat, atau cukup kalian percayai saja. Ehm, percaya? Kalian percaya? Aku tak yakin.
Angin malam, sampaikan salamku pada jiwa-jiwa yang telah menghidupkan kembali nurani kasih ini. Jaga mereka, Tuhan. Lindungi mereka agar selalu mendapat payung rahmatMu. Meski dalam diam, biar kami seperti ‘amil ma’nawi mujarrod agar tali persahabatan ini tetap kuat melekat dalam naungan ridloMu.

Robbana dlolamna anfusana wain lam taghfirlana lanakunanna minal khosiriin..

Jumat, 29 Maret 2013

Online Bussines

Posted by Unknown On 10:43 PM | No comments

Kamis, 28 Maret 2013

About isen el dakhil

Posted by Unknown On 7:51 PM | No comments

Jumat, 23 November 2012

Do’a Menyesatkan

Posted by Unknown On 1:08 AM | No comments

Matahari mulai menunjukkan aksinya. Ditemani deru kendaraan yang hilir mudik membuat ramai pagi, aku termenung seorang diri. Menanti suatu hal yang membuatku harus sedikit bersabar karena ia tak kunjung datang. “jalur 7, Neng ?” teriakan khas sang kernet membuyarkan lamunanku atas keterlambatannya. Akhirnya, yang kunanti sedari tadi muncul juga. Yah, bus jalur 7 yang akan mengantarkanku pada tempat baruku nanti, semoga dalam waktu yang tak lebih dari 4 tahun ini.
Segera kulangkahkan kakiku naik dan mencari tempat strategis untuk  menikmati keramaian jalan yang hingga saat ini masih didominasi oleh kendaraan pribadi. ” Aneh, kalau mereka tak mau bermacet-macetan harusnya berangkat lebih pagi dong! Pake perang klakson lagi, tambah polusi aja!” Batinku ikut berkomentar. Sekilas pandanganku tertuju pada penjaja koran yang sedang sibuk berpromosi. Maklum, saat-saat lampu merah adalah waktu yang cocok untuk menggali ladang penghasilan mereka. Alhasil, pandangan kami beradu. “koran mba? Banyak berita terdepan terpercaya loh, ketinggalan kabar ntar kalo ngga beli” Rayuan khas pedagang.  Yah..mau tak mau aku harus membeli yang dijajakanna itu. “Makasih mba.. ini kembaliannya” katanya sopan sembari pergi untuk kembai menawarkan pada yang lain. Tak apa lah, buat temen di bis biar nggak ngantuk . o.o
Sambutan hangat  teman baruku memecah kesepianku sejak  tadi pagi. “Gak tidur di bis kan, Na?” Celetuk Ida, maba dari jurusan fisika, diiringi tawa renyah yang lain. Yah, gara-gara kemarin aku ketiduran saat mengerjakan tugas kelompok untuk ospek langsung deh label “tidur” melekat erat di jidatku. “Haasem, kalian bisa aja. Gimana udah selese semua po? Aku tinggal mbawa pulang aja nih!” tanyaku meledek. “Huuw.. tuh dibawa pulang aja semuanya,ntar nyampe sini udah tinggal pake. Haha “ Umpan balik Gito membuatku ingin cepat-cepat bergabung dengan mereka agar semua perlengkapan ospek cepat kelar dan bisa beristirahat melepas penat. Seminggu ini, kami sekelompok Neurokimia memang sudah mulai sibuk mempersiapkan ospek Mulai dari tugas kelompok hingga individu kami kerjakan bersama, tujuannya sih biar kalo aada yang nggak bisa saling mmembantu satu sama lain. Kami enjoy, meskipun merasa agak “berat”. Sapa juga yang seneng kalo tiap masuk jenjang baru pendidikan harus dihadapkkan pada serentet penugasan yang hingga kini belum kami pahami betul apa maksudya. “Pulang dulu yaah, sampai  jumpa di ospek  hari pertama kawan!” Rendy yang asli kalimantan mencoba berbahasa indonesia-yang-baik-dan-benar.
Waktu memang berjalan cepat jika kita menikmatinya. Tak sampai jam 2 siang, semua penugasan kami kelar dan it’s time to go home! Tidak sepenuhnya berarti rumah sii, karena di sini aku kost berhubung jarak rumahku yang jauh di seberang kota sana. Karena kost-ku lumayan jauh, bus adalah alternatif yang paling efektif.
“Eeh neng yang tadi pagi. Kalo jodoh emang  ngga kemana  yaah?  Ayo cepet naik, Neng”  gombal sang kernet. “Hiih, apaan si. Yang ada tuh bete ketemu ma kernet ini lagi. Coba kalo kernetnya kayak lee min ho tiap saat sih aku mau aja naik bus, la kalo yang ini?” Gerutuku terbawa emosi sang surya yang kian naik pula. Tapi, segera kutepis kedongkolanku ini, dan kurapikan posisi di bangku pojok belakang, tempat favoritku bila di kendaraan.
Sesaat bayangannku kembali pada masa kemsrin, saat putih abu-abu masih menjadi seragamku. Rentetan kenangan terputar jelas dalam bingkai memoriku. Tak terasa, butiran kecil menetes dari pelupuk mataku. Aku merindukan kalian, yang telah membuat hidupku lebih berwarna di masa itu, membuatku tahu makna arti cinta ,persahabatan ,dan kehidupan. Yakinlah Dina, perpisahan bukanlah akhir. Tapi justru awal dari sebuah keabadian bila ia memang benar-benar ada. Hiburku pada diriku sendiri.
Di tengah-tengah nostalgia-ku, terlintas fikiran yang entah akupun tak tahu dari mana datangnya. “Kamu anak baru di sini kok belum pernah kesasar yaah? Padahal dulu pas pertama kenal  dunia kos sampai tak terhitung berapa kali ‘kesesatan’ jalan menjadi teman akrabmu.” “iyaa yah? Kok aku baru nyadar ?” aku seperti orang tolol, serasa dua sisi kepribadianku  beradu tanpa aku mampu mengendalikannya. “Ngga asik banget tau, Na. Masa di lingkungan baru hidupmu stagnan-stagnan aja, harus ada pengalaman yang bisa bikin naik turun, kek Bosan aku ngeliat gini-gini aja” Satu sisi diriku memprovokasi penuh semangat. “Aduh, Na. Ya kalo pengalaman itu baik, orang pengalaman tersesat kok mau dibikin kewajiban? Gak usah deh, ngga usah pengen, titik!” Satu sisi yang lain membantah tegas. Akhirnya, setelah melalui perdebatan yangpanjang, aku memilih yang pertama. Aku ingin tersesat. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik? Fikirku menduung. Eh, tapi gimana caranya? Masa kesesat dibuat-buat? Konyol memang! Ah.. aku jadi bingung denganku sendiri. Dan kebingungan pun mengantarkanku pada satu fase istirahat  paling nikmat : tidur. 
Sedikit asing saat aku membuka mata. Plang-plang jalan yang tak pernah kujumpai sebelumnya. Karena masih setengah sadar, kuabaikan saja keterasingan itu. Hingga beberapa menit kemudian, aku baru sadar bahwa tidur menguaisaiku. “Ini busnya yang emang jalannya lama ato aku yang trlalu lama tidur? Tapi kayaknya emang belum nyampe, deh. Kalo udah, pasti kernetnya mbangunin aku, kan dia tau aku turun dimana.” Yah, sedikit penenang lah, meskipun dalam hati agak takut-takut juga kalo beneran keblabasan.
Waktu semakin berlalu, aku pun tak kunjung menemukan tempat turun ke kost-ku. Kegelisahan  mulai menguasaiku, hingga.. “Yok yang turun terminal, turunnya di sinin aja, bisnya mau langsung ke Wates ngga masuk terminl dulu. Yaa.. silakan silakan” Kata sang kernet pada sepasang suami istri yang henak turun bus. “ Apaa? Terminal?? Pantes  aja jalan ke kost ngga nemu-nemu!” Kecewaku. Segera  kuhampiri sang kernet untuk menanyakan kenapa aku sampai keblabasan, harusnya kan kalaupun aku tidur ia membangunkankuu. Tapi, sebelum sempat aku menumpahkan pelampiasan amarahku padanya, dengan enteng ia bertanya. “Lho kok Neng sampe terminal? Mau mudik to?” tanpa menunggu jawaban, segera ia cap cus dengan bus yang katanya hendak menuju Wates. Aku?? Sendiri lagi tak tau kemana. Huhu
“Tadi kernetnya bilang ini terminal apa yah. Tapi mana terminalnya? Adanya kok malah perempatan besar kayak gini?” Selidikku. Ah.. ngga mungkin bohong kayaknya deh. Aku tunggu aja di nsini, mungkin aja bus jalur7 yang arah kebalikan  cepet dateng. Lagi-lagi, aku menenangkan diri sendiri.
Setelah sekian lama aku menunggu, bus bernomor 7 tak kunjung datang. Hanya nomor  2, 6, 15, dan bus AKAP yang mendominasi pandanganku. Sedikit putus asa memang. Jangan-jangan ini do’aku tadi yang pengen tersesat yaah? Aduhaduh, Tuhan kok dikabulin sih? Aku kan Cuma bercanda..  masa ada orang yang kepengin tersesat juga? Huft, protes skarang tak berpengaruh juga. Yang penting, sekarang cari jalan keluar biar bisa pulang.  Angka 4! Yah, aku pernah melihat bus itu melewati supermarket deket kost-ku. Ahaaa1 akhirmya jalan itu terbuka juga. Segera kulambaikan tangan tanda menyetop. Tapi tak ada respon dari bus, ia tetap melaju seolah-olah tak melihatku. Dan hal itu berulang hingga 4 kali! Apa karena tak bolen menyetop bus di jalan besar seperti ini? Oke, aku pindah posisi mencari tempat yang lebih strategis. Tapi, hasilnya sama. Nihil.  Teman kost-ku juga kebetulan sedang ada acara di kampus yang tak bisa ia tinggalkan. Yah.. aku memang harus berdiri sendiri melawan gelombang ini.

Hingga saat putus asaku memuncak, ada bus jalur 4 tertangkap retina mataku. Iseng kulambaikan saja tanganku, toh kalau memanng tak bisa ppulang, aku tunnggu temanku sampai sellesai acara-mungkin maghrib. Dompetku yang hanya bersisa uang kertas cap pahlawan berjenggot tak memungkinkan untuk naik kendaraan umum lain yang mungkn dengan cepat busa mengantarkanku ke kost. Bus itu berhenti ternyata!  Hatiku berpijar kembali setelah kegellapan menguasai dengan tamaknya. Kujelaskan tujuanku ke sopir dan duduk di depan sendiri untuk mengantisipasi keblabasan lagi. Bus pun belok kanan k suatu tempat  yang akhirnya kutahu bahwa itulah terminalnya. Ternyata?? Di be;lakang posisiku tadi. Oh, malu bertanya sesat beneran memang. Tukang becak yang berjejeran  tadi kenapa tak kubiarkan mencetak sedikit pahala hany untuk menjawab kebingunganku tentang terminal tadi? Ahh.. nasi  sudah menjadi bubur. Yang penting, skarang sampai kost titik!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFWXHU093NxgYZsf7mFJkcG4Se9nk9-Fw0YFAqMLVjRumw6K935g-VOMemR_BUsEqczKAXdJNq4xbjRMv22i-zabnsPOJMRmGlXxHhBwzH4fH9KJj54d9VyuA_VyCgNdJNpxdWHKIUZxk/s320/download.jpg


Jarak dari supermarket tak sependek yang kukira ternya. Butuh sekita 25 menit waktu kaki melangkah. Sudahlah, nasib. Pasrah saja yang penting bisa pulang. Satu pellajaran untukku : jangan pernah berdo’a yang tidak-tidak, takut malaikat sedang berbaik hati dan ikut mengaimini yang berujung pada jawaban “iya” dari sang Pengabul Do’a. Repot kan? Lagi-lagi do’a yang baik-baik aja yaah J  Kok  dari tadi aku ngomong tapi gak ada pihak kedua? -.-


Selasa, 16 Oktober 2012

boredirisasi

Posted by Unknown On 12:17 AM | No comments
Gumpalan kebosanan semakin memenuhi ruang hati
menyesakkan rasa yang tak pernah tetap
pada pendiriannya
menguasainya sendiri

Rentetan kesibukan mendukungnya
melupakan rasa sesaat yang sempat
hadir menyergapnya


Yah.. sesaat
untuk mrnutupi kesesatan hati saat itu
kini semua kembali seperti dulu
saat semuanya belum bercampur dengan
rekayasa yang ku kembangkan
tren galau masa kini tak mau aku ketinggalan jaman
akhirnya
ikut memasukkanku ke dalam lingkupnya

lagi-lagi bercampur
mengadu tak pernah lelah
satu sama lain

buka tutup pintu hati berlangsung
membisingkan kalbu yang terombang-ambingkan

Senin, 17 September 2012

Melodi Hatimu

Posted by Unknown On 2:26 AM | No comments
Senandung melodi hatimu memenuhi ruangan kalbuku
Merasuk dalam sukma
Indah terasadalam jiwa
Gejolak rasa ini mampu kau tenangkan dalam dekapanmu
dalam rengkuhan hatimu
Kau buat hidupku lebih bermakna
karena pelangi itu selalu kau ciptakan untukku
mewarnai hidupku

Minggu, 15 Juli 2012

Still...

Posted by Unknown On 5:04 PM | No comments
Mendengar namanya membuat jantungku berdebar
Melihatnya menjadikan hatiku bergetar
Berbicara dengannya serasa dunia ikut menggelegar

Itulah aku padamu
Kukira rasa itu telah musnah
Bersama cerita yang semakin terbawa arah
Tapi itu tanpalah arti
Kala semua terjadi
Aku belum mampu menghapusnya
Dia pun belum mau pergi dari posisinya


Rasa Itu

Posted by Unknown On 4:54 PM | No comments
Biar ku rengkuh bayangmu bersama pekatnya malam
Merintih dalam lorong tak berujung
Terdesak oleh pagar rindu yang semakin menyiksa
Menggebu-gebu
Mengetuk pintu hati yang sedang sepi
Terfokus pada sosok yang takkan pernah terasing di sudut kalbunya
Menyeringai penuh makna
Kemelut pertahanan yang sangat mungkin
Tergoyahkan
Atau akan ia hancurkan sendiri
Rasa yang hampir membuatnya mati

Minggu, 29 Januari 2012

Cossmos

Posted by Unknown On 1:48 AM | No comments
Berawal dari perbedaaan yang saling membedakan
Mencoba menyatukan hal yang memang tak satu
Lalui masa lewati waktu
Jejaki kisah dalam keeratan persahabatan


Deretan tingkah kita yang mengantarkan pada kedewasaan
Meniti jembatan pengertian
Akan persahabatan yang tercipta antara kita
Yang mengalir arusnya
Deras curahan kasih sayangnya

Hari-hari ditelan canda tawa
dan juga cucuran air mata kita
Yang terkumpul dalam balutan kebersamaan
Menjadi suatu kenangan indah
Yang terbungkus rapi
dalam perjalanan hidup COSSMOS..

Sahabatku,
Namamu akan selalu tersimpan dalam fikirku
Kenanganmu akan selalu membekas dalam memoriku
Dirimu takkan pernah lenyap dari hatiku
Kini, esok, dan selamanya

Rabu, 07 Desember 2011

Kontrasnya Kehidupan

Posted by Unknown On 9:01 PM | No comments






Hidup itu memang kontras.
Di satu pihak, ia tega menguasai dunia dengan nafsunya tanpa peduli nasib pihak lain yang dirugikan karenanya.
Desakan hajat dunia semakin menyalakan obor semangat mereka menuju kepuasan lahiriyyah.
Tidakkah kau sadar bahwa dunia ini diciptakan bukan hanya untukmu?
Kebahagiaan adalah hak semua orang dan tiada seorang pun yang berhak menghalangi atau menentang keberadaannya.
Tidakkah kau b erfikir jika kau yang berada di posisi orang yang mereka dzalimi, apa yang sanggup mereka perbuat??

Tidakkah pula kau sedikit merenung akan kegunaan hati yang katanya, kau miliki itu, untuk apa? Jika segalanya kau lakukan tanpa menggunakannya. Kasihan dia tak dipergunakan manfaatnya. Lebih baik buang saja kalau memang tak dianggap tak ada.

Di sisi lain..
Satuan kulit hitam mencoba menyusuri  dunia dengan keterbatasan kemampuan dan keterbatasan bumi untuknya. Tapi mereka tak mengeluh seperti para perusak bumi  jika sediki saja keinginannya tak tercipta.
Demi orang tercintanya, ia tabah menghadapi kerasnya dunia dan isinya.
Dengan kelapangan ia ubah kesempitan yang menjeratnya menjadi keluasan hati yang tak bisa diukur dengan pandangan mata atau luasnya jangkauan manusia.
Hanya pasrah yang bisa mereka lakukan, tanpa meninggalkan kegigihan untuk memperbaiki keadaan.
Meski mencoba merubah, tak banyak yang bisa mereka perbuat.
Ya, lagi-lagi masalah keterbatasan yang membatasi mereka.

Yah.. Inilah hidup. Golongan atas yang semakin mengataskan dirinya dengan segala kesombongan yang mereka miliki. Semakin merendahkan orang "rendah" yang mereka anggap rendah menurut pandangan mereka. Hanya mementingkan naluri tanpa mempedulikan nurani.

Selasa, 05 Juli 2011

Mengerti tapi tetap Berdiam Diri

Posted by Unknown On 8:59 PM | No comments
,Tahu itu salah
Tahu itu jalan yang tak harus ditempuh
Papan peringatan selalu terpampamg di tepi jalan
Menuntun langkah kita menuju jalanNya
Tapi.. tak jarang mata kita dibuakan oleh pengingkarNya
Nafsu menguasai jiwa
Kedzaliman merasuk semakin dalam
,Dikelilingi kebahagiaan semu
Kesenangan maya
,Meski terkadang hati menyadarinya
Tapi sering  pula membelokkan diri
Dari jalanNya
Ah.. Itulah manusia
Sadar kalau masakan itu gosong
!Tapi mau saja memakannya







Sabtu, 25 Juni 2011

Roda Kehidupan

Posted by Unknown On 7:23 PM | No comments
Memoriku memutar kembali rekaman perjalanan hidupku
Peristiwa yang masih membekas di hati
Mengenang suka dan duka yang pernah ada
Canda tawa yang mebahana dunia
Tetesan air mata yang tak bisa kuseka
Menghadirkan seulas senyum bahagia
Meninggalkan duka dan lara yang mendalam
Waktu terus berjalan mengikuti roda kehidupan
Menyadarkan manusia akan lika liku kehidupan
Yang tak pernh bisa ditebak
Kadang di atas, tak jarang di bawah
Menegaskan Tuhan itu memang adil
Tak ada seorang pun yang selalu terbang di atas
Ataupun selalu merasakn nestapa lara
Tak pandang bulu, ta pandang raga, tak pandang jiwa
Membolak-balikkan keadaan sesuai kehendak_Nya
Yang harus kita terima dengan lapang dada

Kala Cinta Pergi

Posted by Unknown On 6:58 PM | No comments
Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang meski kamu tahu ia tak lagi sendiri dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas tapi kamu tetap mencintainya…

Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi…

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah…

Aku pernah…

Aku pernah tersenyum meski terluka karena ku yakin Tuhan akan menjadikannya untukku…

Aku pernah menangis kala bahagia karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja…

Aku pernah bersedih kala bersamanya karena ku takut aku ‘kan kehilangan dia suatu saat nanti dan…

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya karena sekali lagi cinta tak harus memiliki dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku…

Aku tetap bisa mencintainya meski ia tak dapat ku rengkuh dalam pelukanku karena memang cinta ada dalam jiwa dan bukan dalam raga…

Semua orang pasti pernah merasakan cinta baik dari orang tua, sahabat, kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya…

Buat temanku yang sedang jatuh cinta, selamat yah… karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia…

Buat temanku yang sedang terluka karena cinta… Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya, bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu…

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta… buka hatimu, jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia, maka cinta akan membuat hidupmu bahagia…

Buat temanku yang mendambakan cinta… bersabarlah, karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab… Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu…

Buat temanku yang mempermainkan cinta… Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan. Cinta bukan suatu kehampaan. Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya…

Jadi hargailah dan nikmatilah “CINTA” yang ada… karena tidak ada sesuatupun di dalam dunia ini yang mampu membuatmu lebih bahagia dari kebahagiaan yang di dapat dari sebuah CINTA !…..

Jumat, 20 Mei 2011

A Change

Posted by Unknown On 3:43 AM | 1 comment
berawal dari nol, aku mulai langkahku.
Penyesalan muncul saat pengijakan kakiku yang pertama. kenapa dulu tak ku manfaatkan kesempatan itu? memang, kesempatan tak pernah datang dua kali. pilihan bagi kita untuk memilihnya, memanfaatkannya dengan sebaik mungk sesuai potensi kita atau malah menyia nyiakannya dengan gampang? aku tak berpihak pada satu pun itu, tapi aku tak menyadari kesempatan yang berada tetap di depan mataku. aku buta oleh hal lain yang mampu membuatku tak melihat sedikitpun kesempatan yang baru kita sadari telah hilang itu. aku sadar, aku hanya memandang satu sisi kehidupanku dan mengabaikan yang lainnya. hal itu membuatku gelap mata akan kesempatan yang baru kusadari ternyata sangat berharga dan berarti buatku. juga pengaruh lingkungan yang semakin mendukungku agar tetap memicingkan mata melihat dunia hanya dengan satu mataku.
dan kini, aku mulai dari nol langkahku, mencoba melupakan kenangan pahit akan kesempatan yang kusa siakan begitu saja. kucoba tuk lebih objektif dalam menilai sesuatu, mencoba lebih bijaksana dalam menghadapi hidup. biarlah , kenangan pahit hilan terbang bersama pasir gurun yang tak pernah lelah terbang ke sana kemari. kucoba kembali merangkai kisah dengan pegangan masa lalu yang mampu menjadi tour guide ku agar aku tak lagi menginjakkan kaki di kubangan yang sama.

sejatinya manusia adalah ingin dihargai hidupnya, ingin diakui keberadaannya, ingin dianggap ada dirinya. aku pun begitu. ingin dianggap ada oleh lingkungannya. aku telah mencobanya, dengan sisa sisa kemampuanku kini. aku ingi diakui oleh semuanya, tapi aku tak mampu! aku gusar! tapi aku tak mampu bergerak lebih banyak lagi, aku tak mampu memperbaiki keadaan ini karena aku tak mampu. apa yang membuatku tak mampu? diriku sendiri. karena aku belum mampu memahami driku sendiri apalagi memgoperasikannya dengan baik. aku tak tahu bagaimana caranya.
terkadang aku heran melihat orang lain yang dengan mudah diakui keberadaannya dan memahami dirinya, potensi yang dimilikinya. kapan aku mampu seperti mereka?
aku memang otrang yang kurang pandai bergaul atau bahkan sangat sulit bergaul. aku sulit mengekspresikan pikiranku dengan lisan, intinya aku tak punya bakat berbicara yang baik. tak jarang aku iri melihat mereka mereka yang menurutku jauh lebih beruntung dari padaku. tapi kembali pada yang menciptakan, Dia pasti menciptakan hambaNya dengan segala kelebihan dan kekurangan, segala keputusanNya pastilah yang terbaik untuk kita, sehingga kita dituntut sabar jika keadaan tak sesua dengan apa yang kita harapkan. man shabara zhafira.
siapa yang sabar pasti akan beruntung. sabar bukan berarti pasrah tapi sebuah kesadaran yang proaktif. bersabar bukan berarti pasif, tapi aktif. aktif bertahan menghadapi cobaan, aktif mencari solusi, aktif menjadi yang terbaik, aktif untuk tidak menyerah pada keadaan. sabar dilakukan setelah usaha maksimal telah kita lakukan. yakinlah akan pepatah man jadda wajada. siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil. usahakan semaksimal mungkin segala yang kita punya untuk hasil yang terbaik. untuk itu, aku menyadari aku belum melakukannya tapi kini kutekadkan untuk mengamalkannya pada kehidupan nyataku, bukan hanya dalam curahan hati ini.

Dulu, aku terlalu mengedepankan akademis hingga organisasi atau interaksi dengan orang lain sedikit aku kesampingkan. sayatan penyesalan sedikit tercoreh dalam benakku, tapi justru kujadikan semangat agar lebih baik. kini, memang aku belum seperti yang kudambakan, diakui sepenuhnya oleh semuanya. tapi setidaknya aku telah mencoba diakui, lebih aktif lagi dalam berorganisasi melatih jwaku terbiasa berinteraksi dengan orang lain dalam wilayah yang lebih luas bukan dalam kamar sempit bak melihat sesuat dengan memicingkan mata di ruangan sempit. aku mencoba mengangkat langkahku lebih tinggi lagi. aku sedikit bahagia mampu merubah diriku walau hanya sedikit, seperti tekadku kala dulu, seperti mimpiku. kuharap langkahku membawaku lebih dekat dengan impianku agar ku mampu menggapaimu, dan ku bisa menghalau semua halangan dan rintangan yang menghadangku.

kuharap segera kutemukan diriku sebenarnya agar aku mampu menguasai jiwa ini dan memperlakukannya sebaik mungkin. amien...semoga :)

Sabtu, 09 April 2011

Diksar 2011 '28

Posted by Unknown On 7:20 PM | No comments
Hawa dingin yang menusuk kalbu
Jejeran pohin yang menatap dengan angkuh
Sang Dewi malam pun enggan mengintip di balik tirainya
Gumpalan kabut putih menamnbah kelamnya malam,
Mencekam..!!
Rong rongan sang perwira menambah keramaian dalam keheningan
Memecah kesunyian yang berisi kegelisahan
Akan masa depan kelam yang terbayang di pelupuk sang tamtama
Akankah kuterukan jalan hidup yang sudah kupilih ini?
23012011

Sabtu, 04 Desember 2010

masih adakah setitik cintamu untukku?

Posted by Unknown On 7:01 PM | No comments
aku merindukanmu..
rindu kata-katamu, suaramu, perhatianmu
rindu kasih sayangmu yang pernah kau berikan padaku
kasih sayang yang telah kusia siakan begitu saja,
yang baru kusadari betapa pentingnya itu
kini,
kala kau telah jauh pergi dariku
cintamu pun telah lenyap untukku
betapa bodohnya aku!
kenapa selalu ada penyesalan di kehidupan ini?
atau aku yang selalu gegabah di tiap pijakan langkahku,
yang selalu berfikir apa yang nampak saja,
tak melihat ada ular di balik kelinci yang manis
itulah aku?

masihkah ada setitik sisa cintamu yang pernah kau beri untukku?
untuk bisa kupupuk agar tumbuh da berkembang
ataukah sudah hilang sudah tanpa bekas di hati?
aku masih mencintaimu..

Jumat, 25 Juni 2010

melepas rasa

Posted by Unknown On 7:43 PM | No comments
Aku tak tahu apa yang sedang menimpaku. Semua terasa ringan, lega hatiku melepas rasa yang pernah membuatku terluka, membuatku jatuh dan hancur. Meski sisa sisa luka itu masih ada, tapi ku yakin luka itu benar-benar akan sembuh dengan sendirinya. Meski hati sedikit tak rela melepas hatiku dari jeratan cintamu, cinta yang bahagia namun membuatku terluka.
Kini mulai kurelakan engkau merajut tali kasih dengannya, mengisi buku harian perjalan hidupmu dengannya. Dan mulai kubuka hatiku yang tlah lama tertutup. Mencari pengganti dirimu yang pernah singgah di hatiku, memberikan secercah sinar kebahagiaan yang pernah hilang. Mengubur dalam dalam kenangan pahit yang selama ini kurasa, menghapus namamu dari catatan kehidupanku. Ingin ku menikmati hidup dengan orang yang kucintai dan juga mencintaiku dengan segala kelebihan dan kekuranganku. Biarkan kunikmati aroma kesendirian tanpa beban di dada.
Ingin rasanya ku berada di sebuah pantai melihat sunset dengan segala keindahannya ditemani batu karang dan nyanyian burung menambah asri suasana, melepas semua rasa itu ke dunia bebas, menjauhkannya dai hidupku...
Terima kasih Ya Allah atas jawaban yang selama ini tlah lama kutunggu...

Rabu, 12 Mei 2010

penyesalan

Posted by Unknown On 10:40 PM | No comments
rindu ini semakin bergejolak
menambah sesak dada kurasa
ingin kucurahkan semua ini padamu
tapi tak mungkin kulakukan
karena kini kau tlah bersamanya
menukmati buah keputusasaanmu padaku
pada orang yang tak pernah tahu
dan tak pernah sadar akan arti kasih sayangmu
orang yang tak busa menghargai perasaan orang lain
orang uang ylah mengabaikanmu
tapi itu dulu!

kini aku tlah khilaf
akan semua dosa dan kesalahan
yang tlah kuperbuat padamu
ingin kuperbaiki semua itu
ingin kubuka lembaran hidup baru bersamamu
tapi terlambat sudah
terlanjur kau tlah jatuh ke pelukan orang lain

penyesalan pun datang
sebagai buah kerinduan yang tak berbalas
kenapa penyesalan datang kala keadaan tlah berubah?
kala kau tlah pergi mrnjauh dan meninggalkanku
hungga ku sendiri,
hampa,
sepi

syukur

Posted by Unknown On 10:28 PM | No comments
satu kenikmatan datang kepadaku
kala keterpurukan menghampiriku
memberikan setetes air hujan
kala kemarau panjang melanda jiwaku

sungguh begitu adil Engkau ya Rabbi
tak kusangka sebelumnya
anugerah yang kau beri ini
nikmat yang sangat kutunggu tunggu sejak dulu
yang lenyap karena kebimbangan
kebingungan
dan keputusasaan
yang menyerangku
mengalir ke setiap pembuluh darahku

sekali lagi,
alhamdulillah kulafadzkan
sebagai tanga rasa syukur yang tkah Kau berikan ini

Jumat, 19 Maret 2010

rindu harapan

Posted by Unknown On 1:56 AM | No comments


bertahun tahun kucoba sabarkan hati
bertahun tahun kucoba lapangkan dada
selama itu kubiarkan rindu ini bergejolak
menggebu gebu di dalam hatiku

tapi...
kini rindu itu tlah memuncak
bagai gunung api yang akan meletus
dalam hitungan detik lagi
ku tak bisa menahannya lagi!

tak ada seorang pun yang menemaniku
sendiri terpaku dalam kesunyian
di tengah keramaian suasana ini
kurindu tawamu saat kita berbagi kebahagiaan
kurindu tangismu saat kita larut
dalam kesedihan
kurindu nasihatmu
saat ku terjebak dalam jurang kesalahan
kurindu canda tawa tangis duka kita saat bersama
ku rindu semua itu
ku rindu semua tentang dirimu

tetapi...
pada siapa ku harus mengadu??
ku tak punya siapa siapa
tak ada orang sepertimu

tak ada teman sepertimu
yang menemaniku saat ku tertawa
yang menghiburku saat
duka datang padaku
yang membenarkanku saat
kesalahan kulakukan
meski kucoba entah sampai berapa kali
rambut di kepalaku pun sampai tak bisa menghitungnya
tak ada yang bisa menggantikan dirimu di ruang hatiku,sobat
kuberdo'a tak lama lagi
waktu kan mempertemukan kita
membangkitkan semua memoriku bersamamu
menemaniku kapanpun di manapun dan dalam situasi apapun
seperti dulu lagi...

Blogroll

About


Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik disini