Selasa, 16 Oktober 2012

boredirisasi

Posted by Unknown On 12:17 AM | No comments
Gumpalan kebosanan semakin memenuhi ruang hati
menyesakkan rasa yang tak pernah tetap
pada pendiriannya
menguasainya sendiri

Rentetan kesibukan mendukungnya
melupakan rasa sesaat yang sempat
hadir menyergapnya


Yah.. sesaat
untuk mrnutupi kesesatan hati saat itu
kini semua kembali seperti dulu
saat semuanya belum bercampur dengan
rekayasa yang ku kembangkan
tren galau masa kini tak mau aku ketinggalan jaman
akhirnya
ikut memasukkanku ke dalam lingkupnya

lagi-lagi bercampur
mengadu tak pernah lelah
satu sama lain

buka tutup pintu hati berlangsung
membisingkan kalbu yang terombang-ambingkan

Senin, 17 September 2012

Melodi Hatimu

Posted by Unknown On 2:26 AM | No comments
Senandung melodi hatimu memenuhi ruangan kalbuku
Merasuk dalam sukma
Indah terasadalam jiwa
Gejolak rasa ini mampu kau tenangkan dalam dekapanmu
dalam rengkuhan hatimu
Kau buat hidupku lebih bermakna
karena pelangi itu selalu kau ciptakan untukku
mewarnai hidupku

Minggu, 15 Juli 2012

Still...

Posted by Unknown On 5:04 PM | No comments
Mendengar namanya membuat jantungku berdebar
Melihatnya menjadikan hatiku bergetar
Berbicara dengannya serasa dunia ikut menggelegar

Itulah aku padamu
Kukira rasa itu telah musnah
Bersama cerita yang semakin terbawa arah
Tapi itu tanpalah arti
Kala semua terjadi
Aku belum mampu menghapusnya
Dia pun belum mau pergi dari posisinya


Rasa Itu

Posted by Unknown On 4:54 PM | No comments
Biar ku rengkuh bayangmu bersama pekatnya malam
Merintih dalam lorong tak berujung
Terdesak oleh pagar rindu yang semakin menyiksa
Menggebu-gebu
Mengetuk pintu hati yang sedang sepi
Terfokus pada sosok yang takkan pernah terasing di sudut kalbunya
Menyeringai penuh makna
Kemelut pertahanan yang sangat mungkin
Tergoyahkan
Atau akan ia hancurkan sendiri
Rasa yang hampir membuatnya mati

Minggu, 29 Januari 2012

Cossmos

Posted by Unknown On 1:48 AM | No comments
Berawal dari perbedaaan yang saling membedakan
Mencoba menyatukan hal yang memang tak satu
Lalui masa lewati waktu
Jejaki kisah dalam keeratan persahabatan


Deretan tingkah kita yang mengantarkan pada kedewasaan
Meniti jembatan pengertian
Akan persahabatan yang tercipta antara kita
Yang mengalir arusnya
Deras curahan kasih sayangnya

Hari-hari ditelan canda tawa
dan juga cucuran air mata kita
Yang terkumpul dalam balutan kebersamaan
Menjadi suatu kenangan indah
Yang terbungkus rapi
dalam perjalanan hidup COSSMOS..

Sahabatku,
Namamu akan selalu tersimpan dalam fikirku
Kenanganmu akan selalu membekas dalam memoriku
Dirimu takkan pernah lenyap dari hatiku
Kini, esok, dan selamanya

Rabu, 07 Desember 2011

Kontrasnya Kehidupan

Posted by Unknown On 9:01 PM | No comments






Hidup itu memang kontras.
Di satu pihak, ia tega menguasai dunia dengan nafsunya tanpa peduli nasib pihak lain yang dirugikan karenanya.
Desakan hajat dunia semakin menyalakan obor semangat mereka menuju kepuasan lahiriyyah.
Tidakkah kau sadar bahwa dunia ini diciptakan bukan hanya untukmu?
Kebahagiaan adalah hak semua orang dan tiada seorang pun yang berhak menghalangi atau menentang keberadaannya.
Tidakkah kau b erfikir jika kau yang berada di posisi orang yang mereka dzalimi, apa yang sanggup mereka perbuat??

Tidakkah pula kau sedikit merenung akan kegunaan hati yang katanya, kau miliki itu, untuk apa? Jika segalanya kau lakukan tanpa menggunakannya. Kasihan dia tak dipergunakan manfaatnya. Lebih baik buang saja kalau memang tak dianggap tak ada.

Di sisi lain..
Satuan kulit hitam mencoba menyusuri  dunia dengan keterbatasan kemampuan dan keterbatasan bumi untuknya. Tapi mereka tak mengeluh seperti para perusak bumi  jika sediki saja keinginannya tak tercipta.
Demi orang tercintanya, ia tabah menghadapi kerasnya dunia dan isinya.
Dengan kelapangan ia ubah kesempitan yang menjeratnya menjadi keluasan hati yang tak bisa diukur dengan pandangan mata atau luasnya jangkauan manusia.
Hanya pasrah yang bisa mereka lakukan, tanpa meninggalkan kegigihan untuk memperbaiki keadaan.
Meski mencoba merubah, tak banyak yang bisa mereka perbuat.
Ya, lagi-lagi masalah keterbatasan yang membatasi mereka.

Yah.. Inilah hidup. Golongan atas yang semakin mengataskan dirinya dengan segala kesombongan yang mereka miliki. Semakin merendahkan orang "rendah" yang mereka anggap rendah menurut pandangan mereka. Hanya mementingkan naluri tanpa mempedulikan nurani.

Selasa, 05 Juli 2011

Mengerti tapi tetap Berdiam Diri

Posted by Unknown On 8:59 PM | No comments
,Tahu itu salah
Tahu itu jalan yang tak harus ditempuh
Papan peringatan selalu terpampamg di tepi jalan
Menuntun langkah kita menuju jalanNya
Tapi.. tak jarang mata kita dibuakan oleh pengingkarNya
Nafsu menguasai jiwa
Kedzaliman merasuk semakin dalam
,Dikelilingi kebahagiaan semu
Kesenangan maya
,Meski terkadang hati menyadarinya
Tapi sering  pula membelokkan diri
Dari jalanNya
Ah.. Itulah manusia
Sadar kalau masakan itu gosong
!Tapi mau saja memakannya







Blogroll

About


Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik disini